PII AWARD 2010

image

 

 

Trophi dari Pusat Rekor Indonesia 27 Juli 2014 untuk Terip Karo-Karo (CV. Teknologi Tepat Guna)


 

 

 

Penghargaan Platinum Indonesia 2014 dari Pusat rekor Indnesia, 27 Juni 2014. The Sultan Hotel. Jakarta

 


Rabu, 22 Desember 2010

PII Award 2010 : “Laju De-Industrialisasi Harus Dibendung”

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kembali menganugerahkan “PII Award” kepada beberapa individu dan Institusi. Tahun ini PII Award dianugerahkan kepada 7 Institusi dan 13 perorangan yang dinilai berprestasi di bidang teknologi dan kerekayasaan di Indonesia. Hal ini merupakan penghargaan tertinggi dari Persatuan Insinyur Indonesia yang diberikan sejak tahun 1990 kepada putra-putri bangsa yng berprestasi.

Acara penganugerahan yang dihadiri para insan pegiat ilmu mewakili seluruh nusantara, di gelar di Auditorium Gedung BPPT, Jakarta, Rabu 22 Desember 2010 dengan puncak acara yang ditengarai dengan Pidato PII bertajuk “Membangun Kembali kemampuan Engineering Nasional” oleh Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.

Saat memberikan pidatonya, BJ Habibie mengatakan, hampir semua pusat perbelanjaan di Indonesia dipenuhi barang-barang luar negeri. Hal itu berarti rakyat Indonesia harus membayar ongkos pekerja luar negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari”,katanya.

Tersisihnya produk dalam negeri menciptakan defisit jam kerja antara pekerja di Tanah Air dan di luar negeri. Ironisnya, kondisi itu terjadi saat banyak masyarakat Indonesia mengeluhkan kecilnya lapangan kerja dan naiknya pengangguran.

”Membeli produk buatan dalam negeri itu sama dengan mengamankan lapangan kerja serta menjamin pemerataan dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Defisit jam kerja itu dapat diatasi dengan meningkatkan daya saing industri manufaktur melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan teknologi. Langkah ini membutuhkan perencanaan jangka panjang yang konsisten serta produk hukum yang melindungi industri dan mengamankan pasar dalam negeri.

”Ini bukan proteksionisme, tetapi untuk menciptakan lapangan kerja. Negara-negara lain juga melakukannya,” tuturnya.(Kompas,23/12)

Dalam kesempatan sambutannya, Menteri Koordinator Perekonomian M Hatta Rajasa mengatakan, bidang rekayasa (engineering) Indonesia mengalami perkembangan pesat pada era 1980-an. Kini, potensi perekayasa Indonesia harus dibangkitkan kembali agar bisa memberi nilai tambah hingga mampu bersaing secara global.
Peningkatan daya saing industri manufaktur harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai. Namun, hal ini masih sulit karena hanya ada 16.435 insinyur per Mei 2010 dari 237 juta rakyat Indonesia atau 0,006 persen”'ujarnya.

Penghargaan PII Award 2010 diberikan kepada individu dan industri berprestasi dalam bidang teknologi dan rekayasa. Penghargaan diberikan dalam lima kategori (Life Time Achievement, Engineering, Sustainable Engineering, Coorporate Technology Achievement dan Adhiwarta Rekayasa). Untuk kategori Lifetime achievement diberikan kepada Wiratman Wangsadinata dan GM Tampubolon.

Untuk kategori Engineering (Adhidharma Profesi) diraih oleh Sriani Sujiprihati, Bambang Wydiyatmoko, L.T.Handoko, kemudian untuk kategori Engineering (Adhicipta Rekayasa Individu) diberikan pada Ratno Nuryadi, Dasep Ahmadi, Andreas W Yunardi, Johanes Adi P, Samudra Prasetio; selanjutnya kategori Engineering (Adhicipta Rekayasa Perusahaan) kepada Pusat Teknologi Industri Proses BPPT, PT.Krakatau Steel, PT.Industri Kereta Api; kategori Engineering Adhikara Rekayasa Individu , diberikan kepada Wiratman Wangsadinata, Terip Karo Karo; untuk kategori Engineering Adhikara Rekayasa Perusahaan diraih oleh PT.Wijaya Karya dan kategori Engineering Adhicipta Pratama oleh Ahmad Agus Setiawan, Johnny Setiawan.

Sedangkan kategori Sustainable Engineering Individu diberikan Nuryanto dan kategori Sustainable Engineering Perusahaan diberikan kepada PT Pembangunan Perumahan, PT.Pasadena Engineering Indonesia.

Sementara itu, kategori Coorporate Technology Achievement di raih oleh PT.Industri Kereta Api dan terakhir, kategori Adhiwarta Rekayasa diberikan kepada Redaktur Senior Kompas Ninok Leksono. (PII/ck/humasristek)

 

PII AWARD 2010: KONTRIBUSI MELALUI ENGINEERING DAN TECHNOLOGY Kamis, 23 Desember 2010 09:57

Di akhir tahun 2010, BPPT kembali menorehkan prestasi dengan memperoleh beberapa penghargaan dalam Persatuan Insyinyur Indonesia (PII) Award yang diselenggarakan di Auditorium BPPT, kemarin (22/12). Adalah Ratno Nuryadi, Perekayasa BPPT Bidang Material dan Pusat Teknologi Industri Proses (PTIP) BPPT yang berhasil mendapat penghargaan kategori Engineering Award jenis Adhicipta Rekayasa.

Adhicipta Rekayasa diberikan kepada individu atau perusahaan yang karya atau inovasinya dinilai monumental dan bermanfaat secara nasional. Ratno Nuryadi mendapatkan penghargaan atas inovasinya dalam mengembangkan mikroskop nano pertama di Indonesia. Sedangkan PTIP BPPT melalui inovasinya dalam mengembangkan pipa apung untuk migas Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PII, Said Didu mengatakan bahwa insinyur berperan besar dalam pembangunan Indonesia. “Insinyur bukan lagi hanya sebagai gelar tapi juga profesi. Dalam membangun Indonesia kedepan, PII melihat ada empat agenda penting yang harus segera dilakukan, yakni Ketahanan Energi, Ketahanan Pangan, Infrastruktur

Hal senada juga diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa. “Empat agenda yang direkomendasikan PII, sangat penting untuk segera ditindaklanjuti. Ketahanan energi merupakan the survival of the country yang harus segera kita capai melalui pengembangan energi baru dan terbarukan. Bidang manufaktur nasional juga harus kita dorong pertumbuhannya melalui revitalisasi agar selain dapat mendorong pengembangan industri pertahanan juga dapat membangun infrastruktur kita”.

Hal lain yang tidak kalah penting dari empat agenda tersebut, lanjut Hatta adalah perlunya membangun enterpreneurship . “Tahun 2015 nanti direncanakan Asean Economic Community (AEC) sudah akan diberlakukan dan Asia akan terintegrasi. Jika tingkat enterpreneurship kita masih rendah dan kesiapan pengusaha kita masih kurang, tentunya kita tidak akan mampu bersaing dengan negara-negara Asia lainnya”, jelasnya.

Selain memberikan penghargaan dalam kategori Engineering Award, PII tahun ini juga memberikan penghargaan pada kategori Lifetime Achievement , Sustainable Engineering Award dan Corporate Technology Achievement Award. Tahun 2010 ini, PII juga memberikan pernghargaan kepada jurnalis yang dinilai telah berkontribusi banyak dalam mempromosikan bidang engineering , yaitu Adhiwarta Rekayasa.

Tokoh Insinyur nasional yang juga merupakan Presiden RI Periode 1998-1999, BJ Habibie, berkesempatan hadir dalam acara. Turut pula hadir dan menyaksikan pemberian penghargaan tersebut, Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hasan dan Kepala BPPT, Marzan A Iskandar.

(YRA/humas)

 

 

 


Thu, 3 Feb 2011 @10:48

Copyright © 2017 CV. Teknologi Tepat Guna · All Rights Reserved
powered by sitekno